Monday, August 20, 2007

Poem

Percakapan Kecil

kita mau ke mana, ra?
ke mana saja asal bisa bermain
hari sudah petang
tapi aku belum ingin pulang

poem



aku tak akan pulang ibu

hanya untuk meminang kutuk itu

menjadi batu

plesir bagi orang-orang di hari minggu

biarlah dari jauh aku

belajar mengenal hakikat rindu

pada uban di kepalamu

Friday, August 17, 2007

Poem

aku bukan
aku diakali
sehari dalam
hari
di kamar ini
seperti berlayar di laut mati.

maka, aku melangkah
meninggalkan buku yang belum tuntas dibaca,
wajah dalam cermin, asbak dan suara cicak,
menjumpai jalan telah bersalin menjadi malam.

aku melangkah dengan sepatu tua
melewati pohon pohon lampu.
mereka dalam rumah dengan jendela
dan pintu tertutup.
aku tak suka pada mereka
yang bersembunyi dari malam
dan jalan.
seekor kucing melompat
dari tong sampah
menjangkau bulan.

o, di mana kau putri
kerajaan langitku
yang hanya sekali kucumbu
di suatu siang yang lengang
dalam kebun pisang.

aku tersesat dalam sepi
yang berliku-liku
antara trotoar jalan
dan bintang-bintang.
aku ingin membuat menara lonceng
di sebuah bintang
memanggilmu datang di suatu petang.
tapi langit jauh dan angkuh.
tak ada tangga menuju ke sana
selain mimpi
dan doa doa.

aku pukul tanganku
sekuat-kuatnya pada tiang listrik.
dan suara itu akan jadi lonceng yang lain
digiring angin untukmu!
meninggalkan aku dalam rasa sakit
yang hanya aku seorang tahu.

aku seorang.

Tuesday, August 14, 2007

Poem

Sawahlunto dan Sebuah kantung Plastik Hitam Yang Tenggelam

jari-jari angin memainkan sebuah kantung plastik hitam
melayang-layang. hinggap. terapung. tenggelam
di sungai lunto yang kurus lagi kumal
yang bagai pemabuk mengalir sempoyongan
melewati bangunan bangunan tua dan pengantuk
jam lima sore waktu itu, hari minggu paruh agustus
lonceng gereja berdentang amat malas
dan seorang perempuan berambut senja hilang di tikungan
sebelum...

aku datang ke rumahmu, an
melihat foto warna sepia, mengunyah kerupuk kubang,
lagu minang, sambil mendengar kisahmu tentang
sebuah subuh dan pemberontakan buruh tambang yang gagal
sejarah hitam batu bara,
juga tentang sebuah kota yang terbuat dari sperma belanda.

Wednesday, August 8, 2007

Poem

Puncak

kita hanya menitipkan jejak di puncak ini
pada rumput kering, batu, cemara udang
pada langit yang kau ukur
dengan kata-kata.

nun di sana
lembah tampak tenang
di ambang senja gemilang
ke sanalah sebentar lagi kita berpulang
merindukan puncak lain.

Tuesday, August 7, 2007

solilokui

saya berlari karena saya ingin berlari

begitulah, agaknya, ucapan forest gump dalam film jadul yang dibintangi oleh tom hunk, tapi cukup lama berumah dalam ingatan saya dan saya bukan satpol pp yang gemar mengobrak-abrik, apalagi bagi memori yang mengambil tempat dengan intimnya.
adakah alasan yang lebih kuat selain alasan itu sendiri?

aku tak mencintaimu seolah-olah kau adalah serbuk mawar atau batu topaz atau panah anyelir yang menyalakan api

(pablo neruda)

Saturday, August 4, 2007

poem


Senja Hilang

senja hilang di jiwa yang hilang
senja tak terbilang sayang.
sekawan burung melintas
tak membuat bekas
pada langit yang ditinggalkan.

sekali lagi, kita jumpai kenyataan ini:

rumah rumah
pohon pohon
jalan jalan
orang orang

bersalin ke dalam malam.

poem


Penyeberangan

meninggalkan pulau menjemput pulau

di buritan bersama angin yang lain
tanpa kawan obrolan dan bulan
nafas laut yang tua naik turun
separuh getir, dan keheningan malam?
mengental suara lunas kapal
membentur punggung laut.
ada kelip lampu mercusuar di kejauhan
seperti mata perempuan tak dikenal
menangkap mataku di senja merah penghabisan.
pelabuhan masih jauh tapi sebentar lagi
hari akan benderang. sebentar lagi
angin malam bersalin ke dalam siang.