20 Agustus 2008

Agenda


Teater Anak Kelompok Belajar Rejowinangun ( KBR )
“Save Our Forest “ karya Y. Thendra BP “

Anak-anak Kelompok Belajar Rejowinangun adalah anak kampung yang berkumpul dan melakukan banyak hal bersama, belajar kesenian, menari, theater, menulis, pantomime dan sebagainya. Anggota Kelompok Belajar Rejowinangun biasanya datang dari teman-teman yang berstatus ekonomi rendah namun memiliki semangat juang untuk lebih maju yang tinggi. Dalam kegiatan sehari-hari kami adalah kelompok yang berdiri sendiri. Dan tidak ada penyokong dari luar. Tapi untuk event yang lebih besar ini kami dengan rendah hati ingin meminta bantuan kepada pihak luar.

Acara yang kami buat dalam rangka Hari Kemerdekaan dan Hari Anak Nasional ini bukan kegiatan yang melibatkan pihak luar untuk pertama kalinya. Sebelumnya pada Hari Anak Nasional 2006 kami pernah melakukan Pameran Expresi Anak yang berjalan denga meriah dan didatangi banyak pihak. Selain itu kami juga sering di undang mengisi kegiatan diluar misalnya FKY 2007, Temu Penyair 4 Kota 2007, Konfrensi Anak Cinta Lingkungan 2007 dll. Kamipun sering memenangkan perlombaan kesenian, juga beberapa karya kami dimuat di media massa. Pada tahun 2007 lalu Kelompok Belajar Rejowinangun juga mengantar pembina kami (Mutia Sukma) menjadi “ Pemuda Pelopor Seni dan Budaya “

Kelompok Belajar Rejowinangun juga direncanakan dapat menjadi ruang bersama dalam membahas persoalan yang dihadapi anak pada umumnya, dan mencari berbagai kemungkinan pemecahan. Kegelisahan yang dialami para anak tidak hanya pada masalah bentuk estetika, namun juga persoalan di luarnya. Sehingga dibutuhkan sebuah pembahasan dalam hal ini, agar kondisi anak di Indonesia dapat berkembang lebih baik lagi.

Tema kegiatan ini adalah mencintai lingkungan (dalam hal ini hutan) dan ikut andil menjaganya. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 20 anak Kelompok Belajar Rejowinangun. Yang terus aktif melaksakan produksi pementasan ini.

Kelompok Belajar Rejowinangun (KBR) bermula dari kumpul-kumpul pada bocah jauh sebelum tahun 2005, barulah setelah peristiwa gempa yang melanda Yogyakarta dan sekitarnya pada 27 Mei 2006 kelompok ini resmi diberi nama.

Adalah sekelompok anak-anak dan remaja yang tinggal di daerah Rejowinangun yang terletak dipinggir kota. Kegiatan yang dilakukan untuk anak-anak ini melingkupi kegiatan kesenian yang berbasis pendidikan, di antaranya; teater, musik puisi, pantomime, menggambar/melukis, keterampilan lainnya seperti pembuatan wayang karus, wayang mendong serta pembikinan madding dan perpustakaan.

Tentang kegiatan:

Pentas Teater Anak dan Remaja “Save Our Forest” (Jangan Rusak Hutan kami) merupakan naskah dari Y. Thendra BP dan disutradarainya sendiri dan dibantu oleh Ofi Nuhansyah sebagai astrada. Untuk pelaksanaan latihan dibantu oleh beberapa rekan aktivis teater dan dancer. Meskipun demikian, pada pelaksanaannya nanti tetaplah kedirian anak-anak itu yang hendaknya ditampilkan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok Belajar Rejowinangun (KBR) bekerja sama dengan Mutiakoto Art Syndicate didukung oleh beberapa komunitas lainnya dibantu oleh mahasiswa ISI Yogyakarta, UNY dan UIN Sunan Kalijaga.

Untuk waktu penyelenggaraan pada bulah agustus ini adalah untuk merayakan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-63 dengan tema mencintai lingkungan dan Ayo Selamatkan Hutan. Diharapkan, pada hari kemerdekaan ini, kita semua, anak-anak dan orang tua mesti memperhatikan lingkungan dan mulai menjaga kelestraiannya. Mengingat banyaknya terjadi bencana yang diakibatkan oleh kerusakan ekosistem dan kerusakan lahan.

Selain itu, pembukaan juga akan diisi oleh beberapa kelompok dan komunitas anak di Yogyakarta.
Adapun waktu pertunjukannya adalah:

Hari/Tanggal : Minggu, 24 Agustus 2008
Tempat : Teater Terbuka (Ampi Teater) Taman Budaya Yogyakarta
Waktu : 19.00—selesai

Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan. Terima kasih kami ucapkan atas kerja samanya dan terima kasih.

Salam bahagia,
Kelompok Belajar rejowinangun
Pimpinan Produksi


Mutia Sukma

6 Juli 2008

Poem

Ghetto

aku membuat tatto rumah di punggung senja
dengan pecahan kaca

senja terluka
rumah berdarah

rumah terluka
senja berdarah

3 Juli 2008

Poem

Manusia Pergi

seekor bangau melintas di langit petang
melintas menuju sarang
aku yang bergegas
ke mana musti pulang?

aku manusia pergi, sayang
menyimpan banyak lambaian
menahan ragam kenangan

27 Juni 2008

solilokui

(Janin Cerita)

"Kali ini, saya pesan kopi dengan cangkir yang pernah mencium bibir perempuan itu.”
Pelayan itu menekan pena agak kuat di atas buku pesanan.
“Maksud tuan?!”
“Kopi dengan cangkir yang pernah mencium bibir seorang perempuan.”
“Hehe..Tuan ini suka bercanda. Semua cangkir di kafe ini ada bekas bibirnya. Tapi itu sudah dicuci bersih. Kami menjaga kebersihan tentunya.”
“Ah…bagaimana saya menceritakannya?” ucapnya pelan. Lalu ia menatap meja di pojok dekat pintu masuk.

Meja yang kini kosong itu membawa ingatannya pada suatu sore.

....

itulah bagian dari prosa yang sedang saya kerjakan. saya tidak tahu kapan akan selesai.

jika saya mati sebelum prosa itu selesai, sudikah anda melanjutkannya?
jika anda mati sebelum prosa itu selesai, rugikah anda?
jika prosa itu selesai dan kita masih hidup, saya akan menangis sepuas-puasnya!

barangkali ini bisa jadi info bagi teman-teman yang sering bertanya, "sibuk apa?"
yeah, itulah salah satu kesibukan saya. jadi janganlah menatap saya dengan sorot mata yang 'asing' itu, cintaku.

sungguh! saya sedang bekerja. bekerja dengan cara saya.

tapi kenapa masih "ada" yang menganggap saya tidak punya pekerjaan?

apa itu kerja, Tuan?
Tuhan!

24 Juni 2008