Hantu Kecil
hantu hantu kecil
yang mengitari rumahku
mengintai dari pentilasi
dan lubang kunci
hantu hantu kecil
yang mengitari rumahku
masuklah, mari kita diskusi
kini aku bukan kanak-kanak lagi
Tuesday, September 18, 2007
Poem
Catatan Kecil
kita berpura-pura yang indah
seolah tak ada apa-apa antara kita
bahwa kita tak saling mencinta
dan baik-baik saja di beranda.
lampu memang remang menyala di atas kepala kita
tapi masih bisa menangkap kelebat burung malam
dan daun jatuh di luar sana
juga gerak gelisah pinggul yang lebih jujur
dari apa yang keluar di bibir kita.
tatkala jam berdentang dan aku harus pulang
kau berkata: ah, betapa gegas waktu lalu
padahal ada terasa belum jemu mengendap di mataku
datanglah kembali.
aku tak tahu, apakah esok akan sama?
kita berpura-pura yang indah
seolah tak ada apa-apa antara kita
bahwa kita tak saling mencinta
dan baik-baik saja di beranda.
lampu memang remang menyala di atas kepala kita
tapi masih bisa menangkap kelebat burung malam
dan daun jatuh di luar sana
juga gerak gelisah pinggul yang lebih jujur
dari apa yang keluar di bibir kita.
tatkala jam berdentang dan aku harus pulang
kau berkata: ah, betapa gegas waktu lalu
padahal ada terasa belum jemu mengendap di mataku
datanglah kembali.
aku tak tahu, apakah esok akan sama?
Wednesday, September 5, 2007
Solilokui
Ingatan
sekali waktu, saya ingin hidup tanpa ingatan. saya melangkah ke depan tanpa perlu risau tentang jejak yang tertinggal di belakang. biarlah masa silam menjadi milik masa silam. sekarang milik sekarang. esok milik esok.
dan kepala saya laiknya ember yang bocor!
apakah saya seperti orang gila? bagaimanakah ia hidup? apakah ia manusia unggul yang keluar dari dusta bersama?
(dari bincang-bincang bersama afrizal malna di rumahnya yang mirip peti mati itu, pada suatu malam di bulan januari 2007)
sekali waktu, saya ingin hidup tanpa ingatan. saya melangkah ke depan tanpa perlu risau tentang jejak yang tertinggal di belakang. biarlah masa silam menjadi milik masa silam. sekarang milik sekarang. esok milik esok.
dan kepala saya laiknya ember yang bocor!
apakah saya seperti orang gila? bagaimanakah ia hidup? apakah ia manusia unggul yang keluar dari dusta bersama?
(dari bincang-bincang bersama afrizal malna di rumahnya yang mirip peti mati itu, pada suatu malam di bulan januari 2007)
Tuesday, September 4, 2007
Solilokui
Sakit
beberapa hari saya diamuk demam sungguhan. dalam deman itu, saya seperti berada di negeri asing. tak ada yang mengenal saya, pun saya seperti tak mengenal siapa-siapa.
saya terbaring di atas kasur. saya menatap langit-langit kamar. langit-langit kamar menatap saya. saya tidak tahu siapa sebenarnya yang menatap.
ada suara berkejaran di loteng. saya bermain-main dengan suara di loteng itu. rasanya? hanya saya seorang yang tahu.
saya seorang :)
beberapa hari saya diamuk demam sungguhan. dalam deman itu, saya seperti berada di negeri asing. tak ada yang mengenal saya, pun saya seperti tak mengenal siapa-siapa.
saya terbaring di atas kasur. saya menatap langit-langit kamar. langit-langit kamar menatap saya. saya tidak tahu siapa sebenarnya yang menatap.
ada suara berkejaran di loteng. saya bermain-main dengan suara di loteng itu. rasanya? hanya saya seorang yang tahu.
saya seorang :)
Subscribe to:
Posts (Atom)
